HUJAN BULAN JUNI RANGKAIAN BAIT KATA YANG MANIS

Gambar dok: Istimewa

ULASAN BUKU: Pernahkah kita berpikir bahwa jiwa kadang juga memerlukan Vitamin atau Suplemen, agar kehidupan dapat berjalan berimbang antara raga yang mengolah gerak dan pikiran serta jiwa yang memotivasi langkah.

Pada titik tertentu ketika kebutuhan akan vitamin jiwa tidak terpenuhi, maka rasa sakit tegang dan kurang relaks akan timbul mengakibatkan energy dan produktifitas kerja menurun. Rasa humor dan keinginan bersosialisasi menjadi renggang, kepercayaan diri menipis dan yang paling buruk: jatuh sakit.

Di Jaman Now yang semua serba gegap gempita hiruk pikuk dengan suara sumbang tentang politik dan himpitan ekonomi, hendaknya kita mulai pandai-pandai mengatur keseimbangan jiwa. Tentunya dengan rajin beribadah sesuai keyakinan, dan jangan lupa menyemangati diri dengan hobby yang positif. Bisa dengan pergi ke Bioskop bagi penyuka film, berolah raga, dan yang paling murah yaitu dengan membaca Buku.

Apa yang kita dapat dari sebuah buku kadang bisa sangat menginspirasi dan memberi nafas dan suplemen baru bagi jiwa. Seperti buku karya penulis Indonesia ternama, Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan Bulan Juni yang diterbitkan pertama kali oleh Grasindo pada tahun 1994 dan sudah cetak ulang beberapa kali.

Jika kita membaca buku Hujan Bulan Juni tersebut, maka akan kita temukan bait-bait dan rangkaian kata manis yang bisa dapat menjadi inspirasi segar tentang rasa cinta, duka, kerinduan yang manis asin nano nano sangat pas sebagai suplemen segar di saat bacaan khususnya dari medsos ataupun tontonan televisi yang penuh debat dan ujaran-ujaran kebencian, buku ini dapat menjadi harmony musik segar menemani hiruk pikuk macet ataupun bacaan yang manis waktu senggang.

Adipati Dolken dan Velove Vexia (Foto: Istimewa)

Dengan judul sama buku ini juga difilmkan yang baru saja diputar di bioskop-bioskop Indonesia yang dibintangi oleh Adipati Dolken (Sarwono) dan Velove Vexia (Pingkan) disutradarai oleh Hestu Saputra.

Foto dok: Istimewa

Coba kita simak salah satu sajak manis di Hujan Bulan Juni berikut:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

So sweet, bukan?

Jika kita banyak membaca buku Sapardi, kita semakin tahu bahwa begitu cinta dan tergila-gilanya penyair yang satu ini pada hujan. Banyak sajak karangan Sapardi Djoko Damono terkait pada hujan. So, sangat cocok kan membaca buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Darmono di saat musim hujan begini?

Gambar sumber: Istimewa/Sampul belakang novel Hujan Bulan Juni

Ini ada sajak manis lagi yang coba saya tuangkan dari buku Hujan Bulan Juni sebagai teaser;

” gadis kecil

ada gadis kecil diseberangkan gerimis

di tangan kanannya bergoyang payung

tangan kirinya mengibaskan tangis-

di pinggir padang ada pohon dan seekor burung

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu”

WOW! Kerenn kan?

Jadi, membacalah! Orang bijak berkata “Buku adalah Jendela Dunia”

Di dalam buku kita dapat merasakan keharmonisan seni, di dalam buku pula kita dapat menemukan ilmu. Bahkan dalam awal firmanNya, Sang Pemilik Semesta memerintahkan dengan kata “Bacalah!”

Adipati Dolken sebagai Sarwono dalam film Hujan Bulan Juni (Foto dok: Istimewa)

So, let read to boost Mood and knowledge!

4 comments

    • Saya rasa ttg cinta yg bisa menghapus perbedaan dmn dalam konteks film dan novel tsb adalah budaya jawa dan manado dan dikemas dalam rangkaian kata yg manis dlm setiap ungkapan rasanya oleh si penulis novel yg kemudian difilemkan…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s