212:THE POWER OF LOVE AKANKAH TAYANG?

Foto dok: Istimewa/Travelplusindonesia

KABAR FILM: Setelah lewat satu minggu dari waktu yang direncanakan untuk pemutaran film 212:The Power of Love yaitu pada saat peringatan setahun aksi damai 212 pada Sabtu 2 Desember 2017 lalu, film tersebut tidak juga muncul tayang di studio-studio bioskop di Indonesia. Masyarakat penggemar film khususnya film tentang keagamaan mulai menunggu dan bertanya-tanya kapan sebenarnya film ini akan diputar.

Seperti sudah banyak diketahui para penggemar film. bahwa cerita aksi massa 212 akan diadaptasi ke dalam sebuah film fiksi layar lebar dengan judul 212: The Power of Love. 

Film yang diilhami dari sebuah True Event semi kolosal yang fenomenal ini berlatar belakang aksi massa yang digelar di Jakarta pada Jumat 2 Desember 2016 oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) tersebut yang dipicu kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok itu tentunya akan menjadi tontonan menarik setelah dibarengi dengan adanya acara silaturahimreuni” satu tahun para pelaku aksi di lapangan Monas pada Sabtu 2 Desember 2017 lalu.

Kru dan pendukung film 212:The Power Of Love (Foto dok :Istimewa)

Cerita film ini sebenarnya bercerita tentang hubungan cinta kebersamaan antara anak dan ayahnya serta hubungan rasa solidaritas yang tinggi antara sesama umat Muslim.

Foto dok: Istimewa/TribunNews

Dalam film itu diceritakan sang anak si Jurnalis muda yang awalnya meragukan rangkaian aksi sejumlah organisasi massa Islam tersebut. Namun kemudian mengalami perubahan sikap setelah menemani ayahnya yang rela mengikuti aksi itu meski dalam kondisi sakit dengan didorong rasa jihad membela Islam.

Dalam salah satu sesi wawancara dengan salah satu stasiun TV saat jumpa pers pada bulan Mei 2017, Jastis Arimba selaku sutradara film 212:The Power of Love mengatakan ” Aksi 212 sebenarnya hanya (sebagai) background saja. Cerita yang ingin disampaikan cerita cinta. Perjalanan seorang anak dan bapak yang akhirnya menjadi perjalanan penuh cinta, yang sangat bersejarah bagi mereka. Awalnya terjadi pergolakan dan perdebatan antara ayah dan anak tersebut”

Skenario film ini ditulis oleh Jastis bersama Ali Eunoia. Jastis juga menjadi produser sekaligus sutradara. Helvy Tiana Rosa dipercaya untuk supervisi naskah. Sementara, Ustaz Erick Yusuf menjadi produser konsultasi. Produksi dilakukan di bawah naungan Warna Pictures. Dana yang dianggarkan berkisar antara Rp1-5 miliar.

Fauzi Baadila dan Hamas Syahid menjadi bintang utama film ini. Dua aktor ganteng ini yang dikenal sebagai Mas Gagah di film-film sebelumnya. Dalam film-filmnya, Fauzi banyak berperan sebagai jagoan dan pemain watak dengan akting yang apik, sementara aktor ganteng idola cewek-cewek Jaman Now Hamas Syahid lebih banyak berperan di film bertema religi.

Hamas Syahid bersama rekan (Foto dok: TribunNews)

Lalu, bagaimana dan kapan film ini akan diputar ? Kabarnya sih film ini sedang dalam menyelesaikan proses editing, namun kenapa proses editingnya sampai memakan waktu sedemikian lama? Ataukah sedang menunggu “angin segar” yang sulit didapat dalam kontek momentum komersial atau perijinannya?

Baiklah, kita tunggu saja dengan sabar!

Let’s movie for FUN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s