SEMUA TERTUJU PADANYA: JOKOWI KIAN MONCER

Foto dok:Istimewa

SOROTAN POLITIK: Setelah sebelumnya memang sudah diprediksi oleh masyarakat maupun banyak pengamat, akhirnya Joko Widodo kembali mengantungi tiket pencalonan dirinya sebagai Capres untuk periode pemilu presiden 2019-2024 setelah pada Jumat siang pekan lalu itu, Megawati sang Ketua Umum PDIP, partai terbesar pemenang pemilu 2014 mengumumkan nama Joko Widodo sebagai calon Presiden RI untuk periode 2019-2024 saat membuka Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan. Dukungan resmi terhadap Jokowi sebagai capres tentu sangat ditunggu para kader dan simpatisan partai berlambang kepala banteng tersebut. Pasalnya, jauh-jauh hari, Jokowi, yang merupakan kader PDIP, justru telah mengantongi dukungan dari partai-partai lain, seperti, Golkar, NasDem, Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dukungan PDIP kepada Jokowi sebagai Capres RI 2019-2024 (Foto dok:Istimewa)

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kala dianggap berhasil membawa perubahan besar pada tatanan demokrasi dan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut juga tentunya menjadi pertimbangan panjang Megawati sebagai pemegang kunci keputusan siapa yang akan didukung maju sebagai Capres. Seperti juga yang dikutip di DetikX: Pengumuman Jokowi sebagai capres yang akan diusung PDIP, menurut Hasto, merupakan wujud keyakinan politik Megawati setelah melalui proses panjang, salah satunya hasil dialog Megawati dengan Jokowi. “Pertemuan Jokowi dan Megawati untuk menggali secara mendalam dan jernih terkait suasana dan melihat apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini,” ujar Hasto

Dan dengan resminya dukungan PDIP, secara kalkulasi dukungan membuat Jokowi mengantongi sebanyak 46,95 persen suara pada Pemilu 2014. Angka ini berasal dari perolehan partai pendukung saat ini, yakni PDIP, yang meraup 23.681.471 suara atau 18,95 persen, Partai NasDem (8.402.812 suara atau 6,72 persen), Partai Golkar (18.432.312 suara atau 14,75 persen), PPP (8.157.488 suara atau 6,53 persen), dan Partai Hanura (6.579.498 atau 5,26 persen). Dukungan lain juga didapat Jokowi dari Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kedua partai ini telah resmi menjadi peserta Pemilu 2019. Dimana kalkulasi tersebut membuat Jokowi melenggang ke proses pemilihan presiden dengan nyaman karena sudah melebihi dari persyaratan ambang batas atau presidential threshold yaitu 25% suara pemilu 2014 atau 20% kursi DPR.

Lalu bagaimana dengan sisa partai yang ada? Kemungkinan terkecil untuk bergabung adalah Gerindra dan PKS yang sepertinya akan memiliki calon presiden sendiri. Sedangkan PAN dan Demokrat masih dalam posisi melihat lihat situasi.

Waktu setahun lagi untuk menunggu pesta demokrasi nasional tentunya seperti yang tidak terlalu lama, dan hiruk pikuk perbincangan serta ramalan-ramalan ataupun analisa para pengamat sudah berseliweran di pemberitaan politik nasional. Tak ketinggalan pula survei-survei baik yang kompeten atau terlihat lucu-pun makin meramaikan berita. Harapan terbesar tentunya agar semua proses politik dan demokrasi akan tetap berjalan dengan lancar sejuk dan damai. Dan apapun itu, sebaiknya kita juga harus selalu optimis dan berharap akan terus terjadi perbaikan-perbaikan untuk membangun negeri yang besar ini. Harapan tentunya akan berada di pundak sang Pemimpin Nasional yang terpilih.

Foto dok:Istimewa

Dan Joko Widodo rasanya banyak dipercaya mampu untuk melanjutkan kepemimpinan nasional untuk terus berkarya dan bekerja membangun bangsa.

Bravo Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s