CERDAS BERPRESTASI NAMUN SINAR ITUPUN REDUP TERSANDUNG ROMPI ORANYE

PROFILE PESOHOR: Sewaktu remaja sosok ini awalnya dikenal luas dan bersinar sebagai pemain film dan sinetron laris di masanya. Wajah tampan dan aktingnya yang lumayan wara-wiri menghiasi layar kaca rumah kita. Ber-episode sinetron yang berpasang-pasang dengan sederet nama tenar mewarnai hari-hari pecinta sinetron televisi. Kaya, muda dan populer adalah sosok Zulmi Zola kala itu. Sempat dikabarkan ingin menikahi sesama artis Ayu Dewi namun batal.

Foto: Zulmi Zola (dok:Istimewa)

Setelah sempat menghilang beberapa waktu dari dunia film dan pesinetronan, Zulmi Zola muncul kembali ke khalayak namun bukan sebagai artis atau pesinetron. Dia muncul mengawali karier politiknya sebagai Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur periode 2011-2016 berpasangan dengan Ambo Tang sebagai Wakil Bupati. Tangan dingin serta sederet prestasi menerangi karir politiknya yang mulus, hal itu tak lepas dari kecerdasan dan kemampuan dalam bekerja.

Apalagi, master lulusan London Metropolitan University ini berasal dari keluarga kuat dan terpandang.

Latar belakang Zumi Zola ini, tampaknya tak bisa dianggrap remeh.

Sang ayah, Zulkifli Nurdin merupakan seorang politisi yang dihormati di Jambi.

Sepak terjang Zulkifli Nurdin di Jambi tak bisa diragukan lagi.

Selain bergabung dalam organisasi bisnis, Zulkifli Nurdin mendapatkan posisi strategis di partai politik. Sang ayah yang juga politikus PAN tersebut pernah menjabat sebagai Gubernur Jambi dengan gemilang selama dua periode pada 1999-2004 dan 2005-2010.

Sungguh, seorang Zulmi Zola adalah sosok yang sangat komplit dan menjadi keinginan semua orang khususnya kaum muda: kaya, terpandang, cerdas, religius serta karir yang mulus.

Dan puncak karir politiknya adalah pada 12 Februari 2016, Zulmi Zola dilantik sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 berpasangan dengan Fachrori Umar sebagai wakilnya.

Namun siapa yang bisa menolak kuasa takdir ketika amanah tidak terjaga dengan baik, hingga amat sangat disayangkan karier politik Zumi Zola harus tercoreng karena ia bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan ditetapkan tersangka terkait dugaan suap proyek-proyek di Provinsi Jambi.

Suap yang diduga diterima Zumi Zola dan Arfan senilai Rp 6 miliar.

Perkara yang melibatkan kedua tersangka merupakan pengembangan perkara kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12B atah pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dimulai dari proses yang dilakukan oleh KPK pada 31 Januari 2018 hingga berujung pada penahanan oleh KPK pada 9 April 2018.

Zulmi Zola melangkah gontai dan berwajah murung berompi Oranye keluar dari gedung KPK menuju mobil KPK yang akan membawanya ke ruang tahanan.

Foto: Zulmi Zola saat keluar dari gedung KPK untuk proses penahanan (dok: Istimewa)

Sinar itu redup terbungkus rompi berwarna oranye.

Haruskah bersorak untuk KPK yang telah bekerja keras meringkus para koruptor pencuri uang rakyat ini? Atau mengepalkan tangan dengan rasa sesal bahwa satu lagi pemuda Indonesia berprestasi harus tersandung dan kehilangan segala capaian yang telah diupayakannya karena lalai dengan amanah hingga harus berujung pada atribut rompi oranye menuju kamar tahanan KPK.

Yang saya makin mendalami adalah bahwa : Sungguh sejatinya kesempurnaan adalah milik Alloh semata dan kekurangan adalah milik kita makhlukNya.

Semangat, Zulmi! Dunia belum berakhir untuk tetap perbaiki diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s